Tag: hamka indonesia

BOHONG DI DUNIA – HAMKA

Dalam buku Bohong di Dunia ini, Buya Hamka menjelaskan bahwa kebohongan yang dilakukan manusia merupakan cerminan jiwa yang terkekang. Begitu sebaliknya dengan lawan dari kebohongan, yaitu kejujuran/terus terang. Orang yang berani berkata terus terang adalah orang yang mendidik jiwanya untuk merdeka. Ya, orang yang berani terus terang berarti dia tidak takut pada siapapun di hadapan manusia dalam menjalani hidup.

Read More »

DARI HATI KE HATI

Dalam buku ini, Hamka menyoroti segala permasalahan yang berhubungan dengan agama, politik, dan sosial budaya di dalamnya termasuk masalah toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia pada kurun waktu tersebut.

Dengan membaca buku ini, umat Islam diajak untuk kembali menghidupkan ghirah keislamannya, mendalami Islam dengan sebenar-benarnya, dan memperjuangkan Islam yang rahmatan lil ‘aalamin sampai akhir hayat, serta menyadari adanya tentangan besar terhadap Islam sepanjang masa.

Read More »

DARI LEMBAH CITA-CITA

Buku ini merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan Hamka menyebarkan semangat pada generasi muda di awal-awal masa kemerdekaan supaya mereka berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

Pembahasan Buya Hamka mengenai tauhid ibadah iman negara perjuangan dan cita-cita dalam buku ini mampu mengajak kita kembali merenungi diri merenungi iman Islam cita-cita dan hidup kita. Sekukuh apa jiwa kita menjadikan Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dan sebesar apa cita-cita kita terhadap kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia ini.

Buku ini meskipun ringkas memiliki bobot yang sangat besar bagi jiwa yang membacanya.

Read More »

DARI PERBENDAHARAAN LAMA

Meninjau sejarah hendaklah dengan rasa cinta. Meninjau sejarah hendaklah kita seakan-akan merasai bahwa kita turut hidup dengan mereka. Sebab rasa hati dan suka duka kita sekaranag adalah rasa hati dan suka duka yang telah mereka tinggalkan untuk kita.

Melalui buku Dari Perbendaharaan Lama: Menyingkap Sejarah Islam di Nusantara ini kita akan diajak oleh Hamka untuk menilik kembali sejarah-sejarah para ulama pendahulu kita di Nusantara. Dengan bahasa yang hidup, ringan, mengalir, dan sastrawi Hamka membuat kita seolah kembali kepada kehidupan masa awal hingga pertumbuhan dan penyebaran Islam di Nusantara serta kehidupan masyarakat di bawah naungan panji Islam di Nusantara.

Read More »

DARI PERBENDAHARAAN LAMA

Meninjau sejarah hendaklah dengan rasa cinta. Meninjau sejarah hendaklah kita seakan-akan merasai bahwa kita turut hidup dengan mereka. Sebab rasa hati dan suka duka kita sekaranag adalah rasa hati dan suka duka yang telah mereka tinggalkan untuk kita.

Melalui buku Dari Perbendaharaan Lama: Menyingkap Sejarah Islam di Nusantara ini kita akan diajak oleh Hamka untuk menilik kembali sejarah-sejarah para ulama pendahulu kita di Nusantara. Dengan bahasa yang hidup, ringan, mengalir, dan sastrawi Hamka membuat kita seolah kembali kepada kehidupan masa awal hingga pertumbuhan dan penyebaran Islam di Nusantara serta kehidupan masyarakat di bawah naungan panji Islam di Nusantara.

Read More »

DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH – HAMKA

“Ya Rabbi, Ya Tuhanku, Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Bahwasanya di bawah lindungan Ka bah, rumah Engkau yang suci dan terpilih ini, saya menadahkan tangan memohon karunia. Kepada siapakah saya akan pergi memohon ampun, kalau bukan kepada Engkau, ya Tuhan! Tidak ada seutas tali pun tempat saya bergantung lain daripada tali Engkau; tidak ada satu pintu yang akan saya ketuk, lain daripada pintu Engkau. Berilah kelapangan jalan buat saya, hendak pulang ke hadirat Engkau, saya hendak menuruti orang-orang yang dahulu dari saya, orang-orang yang bertali hidupnya dengan hidup saya. Ya Rabbi, Engkaulah Yang Mahakuasa, kepada Engkaulah kami sekalian akan kembali…”

Hamid dan Zainab, dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi terpisahkan oleh perbedaan latar belakang keluarga dan derajat ekonomi. Perasaan cinta mereka tersimpan rapi dalam hati masing-masing dan tidak terungkapkan.

Read More »

DI DALAM LEMBAH KEHIDUPAN

Di Dalam Lembah Kehidupan adalah kumpulan air mata, kesedihan dan rintihan yang diderita oleh segolongan manusia di muka bumi ini. Air mata mereka itu sudah sampai masa penghabisan, telah mengalir ke tanah, dan hilang lenyap dalam pasir. Orang lain tidak akan peduli terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang akan peduli sebab orang-orang sedang dirintangi oleh kesenangan dan kemewahan?

Read More »

FALSAFAH HIDUP – HAMKA

Dengan perjuangan kita dilahirkan. Di dalam gerak tangis kita mulai membuka mata. Di dalam bedungan ibu kita menggerakkan badan melepaskan ikatan bedung. Lepas dari asuhan ibu, kita merangkak, kita ansur tegak dan kita jatuh, lalu kita tegak lagi dan jatuh lagi. Kemudian tegak terus untuk pergi berjuang ke medan permainan, lalu ke medan hidup, lalu ke perjuangan dalam batin kita sendiri, menegakkan yang baik dan melawan yang buruk. Selama hidup kita kerjakan demikian, menjalankan titah perintah Tuhan Yang Maha Esa.

Read More »

GHIRAH

Ghirah bukan hanya milik orang Islam yang sering dicap fanatik oleh bangsa Barat karena kebertahanannya dalam menjaga maruah pada diri, keluarga mahupun agamanya. Namun, ghirah juga milik setiap jiwa manusia. Ghirah atau cemburu karena Allah ada dua macam, yakni terhadap perempuan dan agama, jika adik perempuanmu diganggu orang lain, lalu orang itu kamu pukul, pertanda padamu masih ada ghirah. Jika agamamu, nabimu, dan kitabmu dihina, kamu berdiam diri saja, jelaslah ghirah telah hilang dari dirimu.

Read More »